Karena Merajut Bersama Teman itu Asyik



Saya pernah belajar merajut sekali, rencananya mau bikin tempat pinsil, tapi sampai sekarang belum selesai-selesai. Hehe :P Skill besar yang dibutuhkan dalam merajut adalah sabar dan konsisten. Kalau nggak sabar, tentu rajutannya nggak akan pernah selesai (kayak saya), dan kalau nggak konsisten, nanti jarak renggang antar benangnya nggak bisa sama, bisa terlalu kendur bisa juga terlalu kencang. Benang rajut juga ada banyak macamnya. Yang paling lucu tentunya benang-benang impor. Mungkin karena perajut di luar lebih banyak dibandingkan dengan perajut lokal, jadi jenis benang mereka lebih beragam. Kalau di pikir-pikir benar juga sih, negara yang punya musim salju biasanya lebih banyak kebutuhan merajutnya dibandingkan dengan negara tropis seperti Indonesia. Nah loh, sotoy kan saya? hehehe, itu cuma pendapat saya aja sih, habis di komik-komik sama dorama-dorama Jepang kalau lagi musim dingin atau sebelum natal, cewek-ceweknya suka pada ribet milih benang buat ngerajutin sesuatu (entah syal, topi, atau sarung tangan) ke cowoknya. Hehehe.

Lah, kenapa jadi ngomongin ngerajut?

Oke, kartu ini saya dapat dari hasil barter sama postcrosser Russia. Kartu-kartu dari Russia itu jenisnya banyak banget, nggak melulu tentang pemandangan negaranya. Kartu ini contohnya. Bagus ya gambarnya. Sebenernya saya penasaran banget sama siapa yang bikin kartu ini. Tapi saya nggak dapat informasi apa-apa karena tulisan yang ada di balik kartunya ditulis pakai huruf dan bahasa Rusia. Nggak mudeng, ciyyn. Les Bahasa Rusia seru juga kali ya :D



Ngeliat perangko ini jadi ngebayangin gimana ya perasaannya perempuan zaman dulu? Untuk pakai baju yang kayak gini kan harus pakai korset yang 'nyekik' banget itu. Horor. Tapi meding lah ya, bajunya lebih sopan daripada baju anak-anak gahwul zaman sekarang ;p

Diaz Bela Yustisia

No comments:

Post a Comment

Instagram